Tidur Siang Bisa Merugikan


Kompas.com - Tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan fisik dan psikologi. Memejamkan mata barang sejenak di siang hari juga efektif mengusir rasa lelah. Akan tetapi tidak semua orang disarankan untuk tidur siang karena bisa merugikan.

Jika Anda tidak punya masalah dengan tidur di malam hari, meluangkan waktu sejenak untuk tidur di siang hari memang bisa memberi manfaat positif. Penelitian di tahun 2008 menunjukkan tidur siang 45 menit bisa meningkatkan fungsi memori, menurunkan tekanan darah dan meredakan stres.

Namun untuk orang-orang yang menderita gangguan tidur seperti insomnia, tidur siang justru akan kontraproduktif. "Tidur siang, bahkan hanya sebentar bisa mengurangi rasa kantuk di siang hari," Ralp Downey III, Phd, direktur Sleep Disorders Center.

Ia menambahkan, tidur siang akan efektif untuk orang-orang yang menderita gangguan tidur temporer, misalnya karena sedang menderita penyakit tertentu atau insomnia akibat jet lag.

Pada anak-anak, tambahan jam tidur di siang hari biasanya tidak mutlak diperlukan jika ia sudah berusia 3 tahun ke atas. Anak-anak memerlukan tidur siang jika kebutuhan tidurnya di malam hari tidak terpenuhi. Selain itu, anak yang terlihat rewel di malam hari karena kelelahan sebaiknya dijadwalkan untuk tidur siang.

Orang Pintar Mudah Kecanduan Pornografi


KOMPAS.com — Adiksi terhadap pornografi dapat menyerang siapa saja, tidak terpengaruh umur, kelas sosial, kepribadian, dan karakter. Meskipun demikian, tipe orang yang cerdas, sensitif, dan spiritual perlu berhati-hati karena tipe pribadi inilah yang paling rentan terpapar adiksi pornografi.

Hal tersebut diumgkapkan Randall F Hyde Ph.D, pakar penanganan adiksi pornografi, di sela acara "Mengenali dan Mengatasi Adiksi Pornografi pada Anak dan Remaja" di Universitas Paramadina, Kamis (30/9/10) kemarin.

"Keadaan itu bisa terjadi karena diawali rasa penasaran seseorang akan gambar porno, tapi kemudian mereka merasa bersalah dan malu sehingga menimbulkan pemyimpangan obsesif kompulsif," kata Randall.

Yang dimaksud penyimpangan obsesif kompulsif adalah ketakutan pada pikiran atau gambaran. "Pertama kali akan merasa jijik, tetapi di sisi lain ada perasaan semakin jijik semakin ingin lihat. Pertama akan jijik, tetapi karena pernah melihat, mereka menjadi penasaran, kejijikan berubah menjadi rasa penasaran, penasaran berubah menjadi nafsu," kata Randall.

Di sisi lain, yang ketiga tipe ini sulit untuk disembuhkan karena, "Ia (ketiga tipe pribadi) akan menyembunyikannya. Karena orang tipe itu ingin dihormati. Itu yang menjadikan kenapa mereka main pornografi di kamarnya sendiri. Karena setelah merasa bersalah, mereka berusaha menutupi, berusaha tidak memikirkan, dan melupakannya," kata Randall.

Padahal, menurut Randall, "Otak kita dibuat Tuhan ketika kita berusaha tidak memikirkan sesuatu, tetapi hal itu justru datang pada kita. Rasa khawatir dan berusaha melupakannya justru membuat kita semakin mengingatnya."

Menurut Randall, saat seseorang melihat pornografi, ada 3 hormon yang dilepaskan. "Pertama, dopamin yang memusatkan pada apa yang kita sukai, meningkatkan ingatan pada hal-hal yang berarti dan menguncinya dalam otak kita. Kedua, oksitosin akan membuat keterikatan sehingga tidak akan bisa melepaskan hal itu. Ketiga, enndorfin kemudian memunculkan perasaan kedamaian yang pada akhirnya menjerat seseorang dalam pornografi," kata Randall.

"Itulah kenapa orang-orang yang pintar, sensitif, dan spiritual tidak bisa lepas dari pornografi," kata Randall.

"Karena seperti sudah ada skema dalam otak mereka. Meskipun merasa damai, mereka memiliki rasa bersalah sehingga ingin melupakan. Semakin ingin melupakan, semakin menghindari. Sementara orang yang menghindari tidak akan bisa disembuhkan," kata Randall.

Golongan Menengah yang Kuat

Hidup ini selalu penuh pembelajaran. Salah satu anugerah terindah yang dapat kita terima adalah menyadari salah satu misi hidup yang akan kita tempuh. Ketika kita mengetahui misi hidup kita, semua yang sedang kita karyakan terasa begitu bermakna.

Barangkali seperti itu rasanya menjadi Kapten Jean-Luc Picard, kapten pesawat luar angkasa Enterprise dalam serial televisi Star Trek: The Next Generation. Jika Anda mengikuti serial ini, Anda bisa menyaksikan bahwa setiap awak pesawat sangat mendalami misinya:

“To Boldly Go Where No One Has Gone Before”

Semboyan ini selalu terngiang dalam kepala saya sebagai seorang anak. Anda mungkin berpikir ini hanya khayalan seorang anak kecil. Tapi, dari penggalan kalimat di atas, saya percaya pada sesuatu: Jika kita memiliki misi yang jelas, kita pun dapat menjalankan misi tersebut dengan sepenuh hati. Meskipun tujuan misi itu adalah pergi ke titik antah berantah.

Inilah misi besar saya:

“Mewujudkan Golongan Menengah Indonesia yang kuat.”

Inspirasi menulis tentang Golongan Menengah yang kuat hadir saat saya tanpa sengaja menonton pidato Barack Obama di Des Moines pada 20 Mei 2008. Saya bukan pemuja Obama, tapi hari itulah pertama kalinya saya betul-betul menyimak pidato yang begitu inspiratif dari seorang calon pemimpin negara.

20 Mei 2008
CEO Blog: Personal Views
The Barack Obama Factor
…
I’m watching CNN.

Barack Obama is giving his speech as he wins the majority democrats’ “plegdes”. (What this actually means, I don’t know)

I’m always into Hillary Clinton, he-he-he…

But today, as I listen to him, I think: This guy is GOOD!

He talks abour changing the healthcare system. Making sure all Americans have access to health insurance. Support for teachers and schools.

Heeelp!

I want the same thing for my country …

Kesehatan dan pendidikan adalah dua topik yang penting dalam setiap rencana keuangan yang kami kerjakan di QM Financial. Kebutuhan besar atas fasilitas kesehatan ini yang membuat generasi yang masih produktif harus menanggung beban generasi di atasnya. Hal ini terjadi karena generasi orangtua mereka, para pensiunan, saat ini memiliki fasilitas kesehatan yang sangat terbatas. Padahal generasi produktif ini juga harus menyekolahkan anak-anaknya. Ini kondisi yang genting.

Generasi produktif ini merupakan Golongan Menengah Indonesia. Golongan ini seharusnya kuat untuk mengurusi dirinya sendiri dan membantu orang lain. Golongan Menengah ini adalah penopang ekonomi negeri ini. Golongan inilah yang bisa meningkatkan kemampuan warga negara untuk melakuan ‘savings’ dan ‘investment’ – menabung dan berinvestasi.

Saya yakin negeri tercinta ini harus memiliki Golongan Menengah yang kuat. Golongan inilah yang mampu hidup berdaya, menggerakkan terus roda perekonomian, mendorong konsumsi dan investasi, membayar pajak dan membiayai anggaran negara. Golongan Menengah inilah yang menentukan masa depan Indonesia. Golongan ini harus kuat.

Kita punya MISI BESAR untuk memperkuat Golongan Menengah ini.

Jangan hanya membaca dan tidak bertindak.

Ayo kita mulai!

Menanamkan agama pada anak

Agama berperan penting bagi perkembangan moral anak. Untuk itu,menanamkan agama pada anak sejak dini sangat penting. Anak juga akan memahami agama yang dipeluknya secara jelas.

Siapa pun pasti ingin melihat anaknya tumbuh menjadi orang sukses dan berakhlak mulia. Butuh kerja keras untuk mewujudkan keinginan tersebut. Tentunya mustahil kalau kita selaku orangtua hanya berpangku tangan, menunggu sampai saat itu tiba.

Orangtua justru dituntut secara aktif membantu anaknya mencapai apa yang menjadi cita-citanya dan cita-cita mereka. Selain ilmu pengetahuan, pemahaman agama juga harus menjadi perhatian utama untuk mencetak anak berprestasi hebat dan mulia.

Jika konsep keagamaan telah diajarkan kepada anak sejak dini, kelak setelah dewasa anak akan mengetahui bahwa agama atau keyakinan bukan dijadikan sebagai potensi untuk menciptakan kerusuhan, melainkan merupakan potensi untuk diajak bersama melaksanakan ajaran demi kepentingan kemanusiaan. Karena seluruh agama selalu mengklaim diri sebagai penyelamat umat manusia, dan mengajarkan kebaikan kepada seluruh umatnya.

Pendidikan agama juga sangat penting karena bisa menumbuhkan sikap ideal agar bisa bekerja sama dengan agama atau keyakinan yang lain. Dalam cakupan pergaulan dengan bermacam-macam ideologi dan pandangan mengenai dunia, pendidikan agama bagi anak menjadi agen yang akan mempersiapkan anak untuk memasuki dialog tentang prinsip-prinsip kehidupannya sendiri secara terbuka, kelak ketika mereka semakin dewasa. Selain mengajarkan konsep beragama, anak juga harus dikenalkan dengan hak kebebasan beragama.

Orangtua sebenarnya berhak menentukan apakah, di manakah, dalam agama apakah anak mereka boleh diberi pelajaran agama. Namun, hak asasi orangtua itu juga memuat hak agar anak mereka tidak diberi pelajaran agama yang tidak dikehendaki. Bukan hanya di sekolah negeri, tetapi juga di sekolah swasta. Misalnya, sekolah Katolik berhak hanya menawarkan pelajaran agama Katolik. Sekolah Muhammadiyah berhak hanya menawarkan agama Islam.

Tetapi yang paling penting adalah sekolah di mana anak menganut agama yang berbeda tidak berhak mewajibkan murid-muridnya yang bukan seagama untuk ikut pelajaran agama yang berbeda tersebut. Begitu pula di sekolah Islam, sekolah tidak berhak mewajibkan murid bukan Islam untuk ikut pelajaran Islam.

“Sekolah tidak berhak mewajibkan atau menekan orangtua untuk mengizinkan anaknya yang bukan seagama mengikuti pelajaran agama yang berbeda di sekolah,” kata Psikolog Anak alumni Universitas Indonesia (UI), dr Farah Idris.

Ditambahkannya, menekan orangtua dan anak yang bukan seagama untuk memberi izin anak-anaknya mempelajari agama yang diajarkan di sekolah merupakan sebuah pelanggaran. Bila sekolah swasta beraliran agama tertentu memutuskan untuk membuka pintu bagi anak dari penganut agama berbeda, pendirian orangtua mereka masing-masing wajib dihormati.

Sekolah yang berlandaskan agama pada dasarnya membatasi diri pada anak-anak seagama. Atau ada juga sekolah dengan agama tertentu membuka pintu bagi anak beragama lain, di sekolah anakanak berbeda agama ini akan ditawari pelajaran etika atau budi pekerti. Tetapi, sebenarnya lebih baik lagi bila diberi pelajaran dalam agama mereka sendiri.

Dialog Antar Agama negaranegara Asia-Eropa (ASEM Dialog Interfaith) beberapa tahun lalu, menghasilkan deklarasi yang menyepakati upaya bersama untuk menjaga perdamaian dan toleransi di antara umat manusia, mempromosikan perlindungan HAM, menentang digunakannya kekerasan, menentang penggunaan agama untuk merasionalsasi kekerasan, dan membangun harmoni di antara komunitas internasional.

Deklarasi ini juga merekomendasikan adanya studi antaragama sejak sekolah lanjutan pertama yang bertujuan menumbuhkan pemahaman dan penghargaan antarpemeluk agama yang berbeda. Rekomendasi Deklarasi tersebut menjadi sangat penting dalam konteks Indonesia baik untuk orangtua ataupun anak-anak. Agar anak bisa mendalami agama yang dianutnya, pendidikan memiliki peran strategis untuk mengembalikan cara berpikir dan sikap dan memahami pluralitas bermasyarakat.

“Tanamkan kepada anak bahwa selain agama, pendidikan yang diselenggarakan haruslah pendidikan yang paham betul terhadap problem kemanusiaan yang berasal dari konflik-konflik keagamaan,” terang dia lagi.

Pendidikan agama yang diajarkan kepada anak-anak seharusnya bukan hanya masuk pada penjabaran ajaran formal dalam tataran ritual dan tradisi, karena dengan begitu pendidikan agama hanya merupakan upaya ideologisasi. Sebaliknya pendidikan agama dipahami dalam sistem yang utuh dan mengajarkan kebaikan-kebaikan yang harus dijalani oleh anak-anak.

Pendidikan agama semestinya diarahkan untuk mengajak anak menerima dan terbuka terhadap pluralisme. Dengan begitu, anak memiliki kesempatan untuk mencerna rasa keberagamaannya dengan bahasanya sendiri dan menumbuhkan kesadaran keberagamaan itu di tengah-tengah komunitas lain di luarnya. Untuk maksud tersebut, sejak awal anak sudah diperlihatkan terhadap perbedaan-perbedaan melalui lapangan konkret, seperti adanya masjid, gereja, pura, wihara.

surat-komunikasi bisnis

Menullis Surat Pemberitahuan/Edaran
ajaran ini sangat berguna untuk meningkatkan kemampuan Anda berbahasa Indonesia. Surat merupakan sarana komunikasi tertulis untuk menyampaikan informasi, pernyataan, atau pesan kepada pihak lain. Dengan demikian, surat membawa informasi, pernyataan, atau pesan dari penulis surat kepada seseorang. Berdasarkan isinya, surat termasuk jenis karangan paparan sebab pengirim surat mengemukakan maksud dan tujuannya serta menjelaskan apa yang dipikirkan dan dirasakannya melalui surat. Berdasarkan wujud penuturannya, surat merupakan percakapan tertulis dari seseorang kepada seseorang, dari seseorang kepada lembaga, dari lembaga kepada seseorang, atau dari lembaga ke lembaga. Sementara berdasarkan fungsinya, surat merupakan sarana komunikasi tertulis. Komunikasi tersebut dapat berupa pengumuman, pemberitahuan, keterangan, dan sebagainya.

1. Jenis-Jenis Surat
Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal bermacam-macam jenis surat. Surat-surat itu dapat dikelompokkan berdasarkan hal-hal berikut.
a. Berdasarkan Wujud Surat
Berdasarkan wujud surat, pada umumnya, surat dapat dikelompokkan menjadi:
1) Kartu Pos adalah surat terbuka yang terbuat dari kertas berukuran 10 × 15 cm. Lembaran kertas surat ini, biasanya, tebal sehingga berbentuk kartu. Kegunaan surat ini untuk menyampaikan berita yang singkat. Akan tetapi, pesan yang tertulis dapat diketahui oleh orang lain yang bukan haknya sebab berada pada halaman terbuka. Jenis surat ini, biasanya, dijual di kantor pos.
2) Warkat Pos adalah surat tertutup yang terbuat dari sehelai kertas. Surat seperti ini dapat dilipat menjadi amplop. Jadi, lembaran surat ini dapat dipakai sekaligus sebagai amplop. Kegunaan surat jenis ini adalah untuk menyampaikan berita yang agak panjang dalam sehelai kertas, namun pesannya tidak layak untuk diketahui oleh orang lain. Lembaran surat jenis ini, biasanya, dijual di kantor pos.
3) Telegram disebut juga surat kawat. Surat jenis ini adalah surat yang berisikan pesan yang relatif singkat. Surat ini dikirim dengan bantuan pesawat telegram. Surat ini akan sampai ke tangan penerima dalam waktu yang singkat. Jenis telegram terdiri atas telegram umum, telegram dinas, telegram kilat, dan telegram biasa. Jenis surat ini dapat dibuat di kantor pos atau warung telekomunikasi.
4) Surat Bersampul adalah surat yang dikirimkan kepada seseorang dengan menggunakan sampul surat. Berita yang dikirimkan dengan surat bersampul ini, biasanya, berpesan panjang dan tidak layak diketahui oleh pihak lain. Isi surat dapat menyangkut rahasia seseorang yang tidak boleh diketahui oleh orang lain.
Surat bersampul memiliki kelebihan dibandingkan dengan jenis surat lain, yaitu:
a) lebih terjamin kerahasiaan isinya;
b) lebih leluasa dalam menulis isi surat;
c) lebih santun dalam surat menyurat.
b. Berdasarkan Pembuat Surat
Surat dapat dikelompokkan berdasarkan pembuatnya atau penulisnya. Jenis-jenis surat berdasarkan pembuat surat dapat dibedakan menjadi:
1) Surat Pribadi Jenis surat ini ditulis atas nama pribadi seseorang serta berisi masalah pribadi penulis, baik yang ditujukan kepada teman, keluarga maupun instansi tertentu. Contoh surat ini adalah surat untuk keluarga, surat lamaran kerja, dan surat permohonan izin bangunan.
2) Surat Resmi dibuat oleh suatu instansi, organisasi, atau lembaga perusahaan tertentu yang ditujukan kepada seseorang atau lembaga tertentu lainnya. Keberadaan instansi, lembaga, organisasi, dan perusahaan tersebut disahkan secara hukum.
Contoh surat resmi adalah surat dinas, surat niaga, dan surat sosial.
c. Berdasarkan Pesan Surat
Berdasarkan pesan yang terkandung di dalam surat, jenis surat dapat dibedakan menjadi:
1) Surat Keluarga adalah surat yang berisi masalah-masalah keluarga atau kekeluargaan. Contoh surat keluarga adalah surat untuk orang tua, saudara, dan teman.
2) Surat Setengah Resmi adalah surat yang dikirim oleh seseorang kepada instansi atau lembaga organisasi tertentu. Jenis surat ini, misalnya surat lamaran kerja, permohonan IMB, dan surat permohonan cuti.
3) Surat Sosial adalah surat yang dibuat oleh lembaga sosial kepada seseorang, organisasi, atau instansi tertentu yang, biasanya, berisi berbagai masalah sosial. Misalnya, surat permintaan sumbangan dan edaran untuk kerja bakti.
4) Surat Niaga adalah surat yang ditulis oleh suatu perusahaan perniagaan dengan pesan berniaga. Contoh jenis surat ini adalah surat penawaran harga, penagihan utang, lelang barang, atau pesanan barang.
5) Surat Dinas Surat ini berisikan masalah kepemerintahan atau kedinasan dari suatu lembaga atau keorganisasian. Surat ini dapat ditujukan kepada instansi lain, perorangan dari organisasi tertentu. Misalnya, surat keputusan, surat perintah, dan surat tugas.
6) Surat Pengantar Surat ini ditujukan kepada perorangan atau lembaga sebagai pengantar atau referensi seseorang untuk berhubungan dengan pihak penerima surat.

b. Berdasarkan Pembuat Surat
Surat dapat dikelompokkan berdasarkan pembuatnya atau penulisnya. Jenis-jenis surat berdasarkan pembuat surat dapat dibedakan menjadi:
1) Surat Pribadi Jenis surat ini ditulis atas nama pribadi seseorang serta berisi masalah pribadi penulis, baik yang ditujukan kepada teman, keluarga maupun instansi tertentu. Contoh surat ini adalah surat untuk keluarga, surat lamaran kerja, dan surat permohonan izin bangunan.
2) Surat Resmi dibuat oleh suatu instansi, organisasi, atau lembaga perusahaan tertentu yang ditujukan kepada seseorang atau lembaga tertentu lainnya. Keberadaan instansi, lembaga, organisasi, dan perusahaan tersebut disahkan secara hukum.
Contoh surat resmi adalah surat dinas, surat niaga, dan surat sosial.
c. Berdasarkan Pesan Surat
Berdasarkan pesan yang terkandung di dalam surat, jenis surat dapat dibedakan menjadi:
1) Surat Keluarga adalah surat yang berisi masalah-masalah keluarga atau kekeluargaan. Contoh surat keluarga adalah surat untuk orang tua, saudara, dan teman.
2) Surat Setengah Resmi adalah surat yang dikirim oleh seseorang kepada instansi atau lembaga organisasi tertentu. Jenis surat ini, misalnya surat lamaran kerja, permohonan IMB, dan surat permohonan cuti.
3) Surat Sosial adalah surat yang dibuat oleh lembaga sosial kepada seseorang, organisasi, atau instansi tertentu yang, biasanya, berisi berbagai masalah sosial. Misalnya, surat permintaan sumbangan dan edaran untuk kerja bakti.
4) Surat Niaga adalah surat yang ditulis oleh suatu perusahaan perniagaan dengan pesan berniaga. Contoh jenis surat ini adalah surat penawaran harga, penagihan utang, lelang barang, atau pesanan barang.
5) Surat Dinas Surat ini berisikan masalah kepemerintahan atau kedinasan dari suatu lembaga atau keorganisasian. Surat ini dapat ditujukan kepada instansi lain, perorangan dari organisasi tertentu. Misalnya, surat keputusan, surat perintah, dan surat tugas.
6) Surat Pengantar Surat ini ditujukan kepada perorangan atau lembaga sebagai pengantar atau referensi seseorang untuk berhubungan dengan pihak penerima surat.
d. Berdasarkan Keamanan Pesan Surat
Berdasarkan keamanan pesan surat, surat dapat dikelompokkan menjadi:
1) Surat Sangat Rahasia Surat ini berisi pesan dokumen penting yang berkaitan dengan rahasia atau keamanan suatu negara. Jenis surat ini dikirim dengan menggunakan tiga buah sampul. Pada sampul pertama dituliskan kode SR yang nerupakan singkatan dari "Sangat Rahasia". Pada sampul kedua dituliskan kode SRS, yaitu singkatan dari "Sangat Rahasia Sekali" serta dibubuhi segel atau lak untuk membuktikan keutuhan pesan surat. Pada sampul terakhir (luar) dibuat biasa agar tidak mengundang kecurigaan orang lain. Surat jenis ini, misalnya, surat dari kementerian luar negeri, surat untuk negara-negara tetangga, dan surat dokumen kemiliteran.
2). Surat Rahasia Jenis surat ini berisi dokumen ringan yang pesannya hanya pantas diketahui oleh satu atau beberapa pejabat tertentu atau yang berwenang pada sebuah instansi. Pengiriman surat ini menggunakan dua buah sampul. Sampul pertama dituliskan kode R atau RS, yaitu singkatan dari "Rahasia" atau "Rahasia Sekali" serta disegel, sedangkan sampul kedua tidak diberi kode apapun. Surat jenis ini, misalnya surat tentang konduite pejabat dan surat dokumen suatu instansi.

3) Surat Konfidensial Surat yang isinya hanya layak diketahui oleh beberapa pejabat tertentu sebab pesannya memerlukan tindakan kebijaksanaan dari para pejabat tersebut. Misalnya, surat hasil rapat pimpinan dan usulan kenaikan pangkat seseorang.
4) Surat Biasa adalah surat yang pesannya dapat diketahui oleh orang lain tanpa mengakibatkan kerugian bagi pihak manapun. Misalnya, surat edaran dan surat undangan.
e. Berdasarkan Ruang Lingkup Surat
Jika dikelompokan berdasarkan pada ruang lingkup pemakaian surat, pada umumnya, surat dapat dibedakan atas:
1) Memorandum
Memorandum adalah surat yang dibuat oleh atasan kepada bawahan atau kepada pejabat yang setingkat dengan pejabat pembuat memo. Memorandum ini hanya berisikan catatan singkat tentang pokok-pokok permasalahan sebagai pesan yang ingin dikomunikasikan.

2) Nota
Nota adalah surat yang dibuat oleh atasan kepada bawahan atau sebaliknya di dalam satu kantor untuk meminta data atau informasi.
3) Surat Biasa
Surat biasa adalah surat yang dikirimkan kepada orang lain, baik yang berada di dalam maupun di luar instansi yang bersangkutan.
f. Berdasarkan Jumlah Pembaca
Surat Berdasarkan jumlah pembaca yang dikehendaki oleh surat tersebut, pada umumnya, surat dapat dibedakan antara lain atas:
1) Pengumuman
Pengumuman adalah surat yang ditujukan kepada beberapa orang, instansi, atau pihak lain yang namanya terlalu banyak untuk disebutkan satu per satu. Pengumuman ini dapat digunakan dalam ruang lingkup yang terbatas maupun dalam ruang lingkup yang lebih luas. Misalnya, pengumuman penerimaan pegawai dan kelulusan tes.
2) Surat Edaran
Surat edaran adalah surat yang dikirimkan kepada beberapa orang, baik di dalam maupun di luar kantor yang bersangkutan. Kadangkadang, surat ini hanya berisi sesuatu yang hanya diketahui oleh para pejabat tertentu. Ada pula surat edaran yang dapat disebarkan ke ruang lingkup yang lebih luas.
3) Surat Biasa
Surat biasa adalah surat yang khusus dikirimkan kepada seseorang yang namanya tertera pada alamat surat dan hanya untuk diketahui oleh orang yang dituju.
g. Berdasarkan Penyelesaian
Surat Berdasarkan kepentingan penyelesaiannya atau penyampaian kepada yang dituju, surat dapat dibedakan antara lain atas:
1) Surat Kilat
Surat kilat adalah surat yang pesannya harus dapat disampaikan kepada penerima surat secepat mungkin. Tanggapan yang diharapkan dari surat tersebut pun perlu dilakukan dengan cepat.
2) Surat Segera
Pesan dalam jenis surat ini perlu segera disampaikan kepada penerima surat, tetapi tidak harus dikerjakan atau ditanggapi dengan cepat seperti pada surat kilat.
3) Surat Biasa
Jenis surat ini, baik cara pembuatan atau pengirimannya, tidak harus diprioritaskan seperti kedua jenis surat di atas.
h. Berdasarkan Pengertian Umum
Surat berdasarkan pengertian umum dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain sebagai berikut:
1) Surat Terbuka
Surat terbuka adalah surat yang ditujukan kepada pihak lain, baik perorangan maupun kelompok yang, biasanya, dimuat di media massa atau diedarkan secara terbuka.
2) Surat Tertutup
Surat tertutup adalah surat yang cara pengirimannya diberi sampul karena isinya tidak layak diketahui oleh pihak lain.
3) Surat Kaleng
Surat kaleng adalah surat yang pengirimannya tidak mencantumkan nama dan alamat pengirim secara jelas. Pengirim surat ini tidak bertanggung jawab terhadap isi surat. Akan tetapi, untuk beberapa hal, perlu juga diperhatikan oleh penerima surat pesan dalam surat itu.
2. Bentuk Surat
Cara penulisan surat dapat dikelompokkan ke dalam beberapa bentuk penulisan surat. Adapun yang dimaksud bentuk surat adalah tata letak atau posisi bagian-bagian surat. Cara penulisan surat pada setiap instansi atau organisasi berbeda-beda. Keragaman itu bergantung pada kebiasaan dan aturan instansi yang bersangkutan.
Pada umumnya, dalam surat-menyurat resmi, dikenal beberapa macam bentuk surat, yaitu:
a) bentuk lurus penuh (full block style);
b) bentuk lurus (block style);
c) bentuk setengah lurus (semi block style); dan
d) bentuk resmi Indonesia (official style).
Untuk memperjelas pemahaman Anda tentang bentuk surat ini, di bawah ini, akan dibahas satu per satu bentuk surat tersebut.
1. Bentuk Lurus Penuh (full block style)
Semua bagian surat yang dibuat dengan bentuk ini, diketik mulai dari margin kiri. Jarak penulisan paragraf yang satu dengan paragraf yang lainnya diberi spasi satu baris. Untuk lebih jelas, perhatikan contoh surat bentuk lurus penuh berikut

2. Bentuk Lurus (block style)
Pada surat bentuk lurus, semua bagian surat diketik dari margin kiri. Akan tetapi, tanggal surat, salam penutup, tanda tangan, nama terang, dan jabatan pengirim surat diketik pada bagian kanan surat. Untuk lebih jelas, perhatikan contoh surat di samping.
3. Bentuk Setengah Lurus (semi block style)
Pada surat berbentuk setengah lurus, semua bagian surat diketik seperti bentuk lurus, kecuali isi surat. Setiap alinea baru diketik sesudah lima ketukan dari margin kiri. Alinea yang satu dengan alinea yang lainnya tidak diberi jarak.
4. Bentuk Resmi Indonesia
Bentuk surat resmi Indonesia, biasanya, dipakai oleh instansiinstansi pemerintah. Bentuk ini mempunyai dua variasi, yaitu:
a. Bentuk Resmi Indonesia Lama Surat-surat dengan bentuk ini mempunyai ciri-ciri:
(1) Tanggal surat didahului nama tempat,
(2) Alamat surat ditulis di sebelah kanan surat, di bawah nama tempat dan tanggal surat,
(3) Jabatan pengirim surat ditulis di atas tanda tangan, nama ditulis di antara tanda kurung, dan
(4) nama pengirim surat digarisbawahi.
Agar lebih jelas, perhatikan contoh surat berikut ini.

b. Bentuk Resmi Indonesia Baru Surat yang dibuat dengan bentuk ini mempunyai ciri-ciri:
(l) tanggal surat ditulis tanpa didahului nama tempat karena nama tempat sudah tertulis pada kepala surat;
(2) alamat surat ditulis pada sebelah kiri;
(3) di atas tanda tangan ditulis salam penutup dari pengirim surat, jabatan secara singkat ditulis di bawah nama. Khusus untuk surat dinas yang sifatnya formal, jabatan ditulis di atas tanda tangan;
(4) sifatnya tidak formal, jabatan secara singkat ditulis di bawah nama;
(5) nama pengirim ditulis tanpa diapit tanda kurung.
Agar Iebih jelas perhatikan contoh surat bentuk resmi Indonesia baru berikut.

Keterangan:
1. Kepala surat 6. Tubuh surat
2 Nomor 7. Salam penutup
3. Tanggal bulan dan tahun 8. Jabatan pengirim surat
4. Nama dan alamat yang dituju 9. Nama pengirim
5. Salam pembuka 10. Tembusan
Dalam surat yang ditulis dengan bentuk Indonesia baru, alamat surat dan tubuh surat ditulis di bawah nomor/lampiran/perihal.Sementara tembusan ditulis sejajar dengan margin kiri tubuh surat. Jika surat yang dibuat dengan bentuk Indonesia baru tidak menyertakan nomor, lampiran, dan perihal surat, tubuh surat dan alamat surat tetap ditulis mulai dari margin kiri. Akan tetapi, baris awal paragraf ditulis lima ketukan dari margin kiri. Agar lebih jelas, perhatikan contoh variasi bentuk resmi Indonesia baru di samping. Dari berbagai jenis dan bentuk surat yang telah dijelaskan, berikut ini Anda akan mempelajari jenis surat edaran. Apa yang dimaksud dengan surat edaran? Surat edaran adalah surat yang berisi pemberitahuan yang ditujukan kepada seseorang (pejabat) atau beberapa orang (pejabat) tertentu pada suatu instansi. Selain itu, surat edaran pun digunakan untuk memberitahukan sesuatu kepada orang banyak dan diharapkan, isi surat tersebut dapat dilaksanakan dengan baik. Surat edaran, biasanya, berisi penjelasan-penjelasan atau petunjukpetunjuk tentang cara pelaksanaan suatu peraturan atau perintah yang telah ada

Akad Ijaroh

Ijaroh

Pengertian

a. Bahasa : Menjual manfaat / kegunaan.
b. Istilah : Akad untuk mendapatkan manfaat dengan pembayaran

Landasan Syariah

1. Al-Qur’an
a) ” Dan jika mereka telah menyusukan buat kamu, maka berilah upah kepada mereka”. At-Tholak : 6.
b) ” Salah satu dari keduanya berkata : Wahai ayahku, sewalah dia, sesungguhnya orang yang terbaik yang kau sewa adalah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.” (Al-Qoshos: 26)

2. Al-Hadis
a) ” Berilah upah buruh sebelum kering keringatnya”. H. R. Abu Ya’la, Ibnu Majah, Tabrani dan Tirmidzi.
b) ” Sesungguhnya Rasululah SAW berbekam dan memberikan upah kepada pembekamnya.” H. R. Bukhori, Muslim dan Ahmad.

3. Ijma’
Pada prinsipnya terdapat kesepakatan di kalangan para sahabat sebelum kedatangan beberapa orang seperti Hasan Basri dan Abu Bakar al-Ashom, Ibnu Kisan, Ismail bin Aliyah, Qosyani dan Nahroni. Ijarah ini dibolehkan karena manusia memerlukan akad semacam ini dalam kehidupan muamalah mereka.

Rukun Ijaroh


1. Mu’jar ( Orang / barang yang diupah/disewa).
2. Musta’jir ( Orang yang menyewa/ mengupah)
3. Shighot ( Ijab dan qobul).
4. Upah dan manfaat.

Kaidah-Kaidah dalam Ijaroh

1. Semua barang yang dapat dinikmati manfaatnya tanpa mengurangi substansi barang tersebut, maka barang tersebut dapat disewakan.
2. Semua barang yang pemanfaatannya dilakukan sedikit demi sedikit tetapi tidak mengurangi substansi barang itu seperti susu pada unta dan air dalam sumur dapat juga disewakan.
3. Uang dari emas atau perak dan tidak dapat disewakan karena barang-barang ini setelah dikonsumsi menjadi hilang atau habis.

Syarat Ijaroh

1. Baik Mu’jar atau musta’jir harus balig dan berakal.
2. Musta’jir harus benar-benar memiliki barang yang disewakan itu atau mendapatkan wilayah untuk menyewakan barang itu.
3. Kedua pihak harus sama-sama ridho menjalankan akad.
4. Manfaat yang disewakan harus jelas keadaannya maupun lama penyewaannya sehingga tidak menimbulkan persengketaan.
5. Manfaat atau imbalan sewa harus dapat dipenuhi secara nyata dan secara syar’i. Misalnya tidak diperbolehkan menyewakan mobil yang dicuri orang atau perempuan haid untuk menyapu masjid.
6. Manfaat yang dapat dinikmati dari sewa harus halal atau mubah karena ada kaidah ” menyewakan sesuatu untuk kemaksiatan adalah haram hukumnya”.
7. Pekerjaan yang diupahkan itu tidak merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh orang yang diupah sebelum terjadinya akad seperti menyewa orang untuk sholat.
8. Orang yang diupah tidak boleh menikmati manfaat karena pekerjaannya. Tidak boleh pengupahan (ijaroh) terhadap amalan-amalan thoat.
9. Upah harus berupah harta yang secara syar’i bernilai.
10. Barang yang disewakan tidak cacat yang dapat merugikan pihak penyewa..

Berakhirnya akad ijaroh

1. Salah satu pihak meninggal dunia (Hanafi); jika barang yang disewakan itu berupa hewan maka kematiannya mengakhiri akad ijaroh (Jumhur).
2. Kedua pihak membatalkan akad dengan iqolah.
3. Barang yang disewakan hancur atau rusak.
4. Masa berlakunya akad telah selesai.

SURAT

Pengertian Surat

Korespondensi adalah kegiatan saling berk rim surat baik antar perorangan maupun antar organisasi
Koresponden adalah pihak yang terlibat dalam kegiatan korespondensi (para pelaku korespondensi)

Hal-hal khusus yang mengenai surat
1. Adanya pengunaan kertas
2. Adanya model / bentuk
3. Adanya kode dan notasi
4. Pemakaian / gaya bahasa yang khas
5. Adanya tanda tangan / stempel asli

Surat adalah media komunikasi tertulis untuk menyampaikan pesan kepada pihak lain yang memiliki persyaratan khusus.
Cara terbaik untuk mengenali surat adalah dengan mengidentifikasi ciri-cirinya, jenisnya, fungsinya.

CIRI-CIRI SURAT

1. Surat merupakan pesan tertulis
E-mail atau electronic mail bisa disebut sebagai surat, walaupun pesan tersebut tidak tertulis di atas kertas.
2. Isi pesan dalam surat berupa informasi atau persuasi
Secara garis besar pesan dalam surat dibagi menjadi 2 golongan yaitu informasi dan persuasi. Pesan disebut sebagai informasi jika isinya adalah menyampikan fakta, dan pesan disebut persuasi jika isinya merupakan ungkapan keinginan atau pikiran penulis kepada pembacanya dengan harapan pembacanya bisa berpikir atau bertindak sesuai dengan keinginan.
3. Surat memiliki bagian yang standar
Ciri khas surat yang membedakannya dengan pesan tertulis lain adalah bagian-bagian yang membentuknya.
4. Surat memiliki bentuk yang standar
Faktor yang membedakan surat dengan jenis pesan tertulis lain bukan hanya isinya, tapi juga bentuk tampilannya. Contoh bentuk surat:
1. Bentuk Resmi
2. Bentuk Lurus
3. Bentuk Bertekuk
5. Surat memiliki satu pesan inti
Praktek yang umum dalam korespondensi selalu menganut azas “satu surat satu pesan”. surat wawancara misalnya, pesanya hanya memberitahukan pembaca agar datang untuk wawancara.
6. Gaya bahasa surat bisa formal atau informal
Bahasa formal (baku) adalah bahasa yang digunakan dalam forum resmi seperti rapat rersmi, pidato dsb. kelebihan bahasa formal adalah ketegasan (tidak terkesan ketidakseriusan) dan kejelasan pesan, dan kelemahan adalah tidak ekspresif (sulit menunjukan rasa tidak suka, kecewa, dsb.)

Bahasa informal atau gaya bahasa pergaulan sehari-hari, dalam informal perbendaharaan kata yang digunakan sering ditemukan pada obrolan, tawar-menawar dipasar, pembicaraan di telepon atau pertengkara. Kelebihannya memungkinkan untuk mengekspresikan emosi.

JENIS SURAT

1. Penggolongan surat menurut isinya
a. Surat dinas pemerintahan
Surat yang dibuat oleh badan pemerintah yang isinya berkaitan dengan pesan kedinasan. Contohnya Surat Keputusan, nota dinas, surat perintah dll.
b. Surat bisnis
Surat yang dibuat oleh organisasi yang mencari keuntungan dengan kegiatan transaksi bisnis. Contoh surat pesanan, surat tagihan, surat lamaran kerja, surat gugatan, dsb.
c. Surat sosial
Surat sosial adalah surat yang lahir dalam aktivitas bisnis maupun kedinasan yang isinya TIDAK BERKAITAN LANGSUNG dengan urusan bisnis. Surat sosial berfungsi membangun citra nama baik antar sesama partner. Contohnya Surat ucapan terima kasih, surat ucapan duka cita, surat undangan, surat dsb.
d. Surat legal
Surat legal adalah surat-surat yang memiliki kekuatan hukum. Surat ini bisa berkaitan dengan kegiatan bisnis, dinas, maupun pribadi. Contohnya s. perjanjian, s. kuasa, s. wasiat, s. tugas, dan berita acara.
e. Surat pribadi
Surat pribadi adalah surat yang ditulis oleh seseorang kepada orang lain yang isinya berupa pesan pribadi dan bukan untuk kepentingan organisasi atau urusan resmi

2. Penggolongan surat menurut tujuan
secara garis besar surat dibagi menjadi 2 jenis tujuan yaitu s. informatif dan s. persuasif.

3. Penggolongan surat menurut wujudnya
Dalam wujudnya kita mengenal s. bersampul, kartu pos, warkat, telegram, e-mail, dsb.

4. Penggolongan surat menurut besarnya audien (orang yang dituju)
a. Satu orang
Contohnya s. panggilan kerja, s. tagihan, s. peringata
b. Sekelompok orang
Contohnya s. edaran, memo
c. Banyak orang
Contohnya s.pengumuman, s. pemberitahuan,

5. Penggolongan surat menurut urgensi penyelesaian
Menurut urgensinya, surat bisa dibagi menjadi
a. Sangat penting (harus segera ditindaklanjuti)
b. Penting (perlu ditindaklanjuti)
c. Biasa

6. Penggolongan surat menurut kerahasiannya
Menurut kerahasiannya, surat bisa digolongkan menjadi
a. sangat rahasia (hanya orang yang dituju yang boleh mengetahui adanya surat)
b. Rahasia (hanya orang yang dituju yang boleh mengetahui isi suratt)
c. Konfidensial (hanya kalangan tertentu yang boleh melihat isi surat
d. Surat biasa

FUNGSI SURAT

1. Surat sebagai penyampai pesan
2. Surat sebagai wakil
3. Surat sebagai bukti tertulis
4. Surat sebagai pedoman atau dasar untuk bertindak

Bagian surat

1. Kop
2. Nomor s.
3. Tanggal
4. Lampiran
5. Hal
6. Alamat tujuan
7. Salam pembuka
8. isi
9. Salam penutup
10. Nama terang dan t. tangan
11. Tembusan
12. Inisial

Fungsi kepala surat

1. Sebagai media pengenal identitas/oraganisasi
2. Sebagai sumber informasi
3. Sebagai alat promosi
Unsur: nama pt, bidang usaha, logo, alamat, no. telp

Fungsi pencantuman nomer

1. Memudahkan pengarsipan
2. Memudahkan rujukan
3. Memudahkan pelacakan surat
Unsur: nama urut surat, kode intern, bulan, tgl

Fungsi tanggal surat

1. Sumber informasi tentang kapan dibuat
2. Referensi dan rujukan bagi petugas admin
3. Mempermudah penetapan waktu pembalasan
4. Mempermudah megagendakan surat

Fungsi lampiran adalah sebagai petunjuk mengenai adanya document yang menyertai surat

Perihal atau judul mempunyai pedoman penulisan
1. Singkat
2. Spesifik
3. Menggambarkan isi
4. Ditulis huruf kecil diawali huruf kappital
5. Tidak diakhiri titik

Fungsi Alamat tujuan

1. Menujukan siapa yang berhak
2. Menjadikan petunujuk bagi pengantar surat untuk menyapaikan ke alamat penerima
3. Menjadikan petunujuk bagi petugas arsip
Apabila alamat menggunakan dengan alamat (d.a.) digunakan apabila kita tidak mengetahui alamat pastinya.
Contoh: Yth. Bapak Adi
d.a. Koran Tempo
jln. Menteng

Kata “yaitu” atau “Yth.” Digunakan apabila surat ditujukan kepada orang bukan ditujukan kepada oraganisasi atau instansi.
Contoh: Kepada Yth.
Bapak…
Sedangkan gelar tidak perlu didahului dengan sebutan Bapak, Ibu (sapaan)
Contoh: Yth. Ir. Raden Shaleh
Kata “atas nama” atau “a.n.” digunakan apabila yang berweweng melimpahkan kekuasaan kepada bawahannya untuk membuat surat dan menandatangani atas nama orang yang member wewenang.
Contoh: “a.n. Direktur PT PLN

Ramlan
Editor Kepala
Kata “untuk beliau” atau “u.b.” mempunyai pengertian bahwa penandatangan buknlah orang yang bertanggung jawab atas isi surat.
Contoh: a.n. Direktur PT PLN
Direktur Pemasaran
u.b.

Sosro Wibowo
Kepala bagian Penjualan

MODEL SURAT

Model surat adalah pola atau patron surat yang ditentukan oleh tata letak (lay out) bagian-bagian surat. Dalam memilih model surat, penulis perlu mempertimbangkan ini

1. Gaya formal

Cara Membentuk gaya formal
a. Tidak menyebut nama langsung
Contoh “dengan ini saudara”
b. Menggunakan sebutan formal untuk orang pertama dan kedua
Contoh “dimohon dengan sangat agar Bapak memahami keadaan yang kami hadapi”
c. Menggunakan kalimat pasif untuk mengaburkan kehadiran nama diri penulis
Contoh “apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan, surat keputusan ini akan dikoreksi seperlunya.
d. Beberapa kalimat dibuat sangat panjang dan rumit

2. Gaya informal

Gaya informal memberikan tampilan kepada penulisnya sebagai sosok pribadi yang hangat dan akrab. Gaya ini terkadang digunakan untuk surat perkenalan. Berikut adalah cara membentuk gaya informal

a. Menggunakan kalimat aktif
Contoh “Abi baru saja mengirim barang yang anda pesan”
b. menyebut nama orang untuk orang ketiga, bukan kata ganti orang
Contoh “Ita akan mengabari anda segera setelah saya membuat keputusan”
c. Menggunakan kata ganti orang untuk orang pertama (saya/kita)
Contoh “saya setuju dengan penawaran anda, kita bisa segera menandatangani kontraknya. Jangan lupa, tolong segera kirimkan barangnya.
d. Menggunakan langgam percakapan
Contoh “anda tidak perlu khawatir. Joni sudah mengirim barang itu kemarin. Tunggu saja
e. Pertanyaan diajukan langsung seolah berhadapan dengan pembacanya.
Contoh “mengapa harus repot-repot. Suruh saja Budi. Pasti beres, dia memang ahlinya

3. Gaya tegas

Gaya tegas merupakan salah satu jenis gaya khusus. Gaya ini biasanya digunakan untuk memberi perintah, mengancam, mendesak. Berikut ini adalah cara untuk membentuk gaya tegas
a. menggunakan kalimat aktif
Contoh “saya harus menerima barang tersebut sebelum tanggal 2 Mei”
b. Menggunakan kalimat perintah
Contoh “anda harus datang sebelum jam 8.
c. Menggunakan kalimat sederhana
Contoh “saya meminta ganti rugi atas kerusakan barang tersebut”